Koding dan AI Resmi Masuk Kurikulum 2025/2026


Ringkasan: Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 menjadikan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) sebagai mata pelajaran pilihan di SD, SMP, dan SMA/SMK mulai TA 2025/2026. Kemendikdasmen menargetkan pelatihan minimal 59.546 guru pada tahun 2025 melalui skema IN-ON-IN berbasis LMS nasional. Sekolah yang belum siap infrastruktur tidak diwajibkan — tapi mereka yang menunggu terlalu lama berisiko tertinggal dari sekolah-sekolah yang sudah bergerak.


Apa yang Sebenarnya Berubah di Kurikulum 2025/2026?

Koding dan AI Resmi Masuk Kurikulum 2025/2026

Banyak guru masih bertanya-tanya: apakah ini wajib atau tidak? Apakah kurikulum lama diganti?

Jawaban singkatnya: kurikulum lama tidak diganti, tapi ada penambahan signifikan.

Kemendikdasmen resmi menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 13 Tahun 2025, yang membawa perubahan utama berupa masuknya mata pelajaran pilihan Koding dan Kecerdasan Artifisial. Satuan pendidikan tetap menggunakan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka.

Yang berubah bukan kurikulumnya, melainkan apa yang bisa diajarkan di atasnya. Koding dan AI masuk sebagai lapisan baru — pilihan, bukan pengganti.

Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikdasmen, Laksmi Dewi, menegaskan bahwa mata pelajaran ini tidak wajib bagi sekolah yang belum memiliki sarana dan prasarana memadai. Pelaksanaannya bersifat bertahap.

Implikasinya langsung: sekolah yang sudah siap bisa mulai sekarang. Sekolah yang belum, punya waktu — tapi bukan alasan untuk tidak bergerak sama sekali.


Di Jenjang Mana Koding dan AI Diajarkan?

Koding dan AI Resmi Masuk Kurikulum 2025/2026

Mata pelajaran koding dan AI mulai diajarkan secara bertahap di kelas 5 SD, kelas 7 SMP, dan kelas 10 SMA/SMK mulai tahun ajaran 2025/2026.

Mata pelajaran ini dikenalkan mulai dari kelas 5 dan 6 SD, kelas 7 hingga 9 SMP, serta kelas 10 sampai 12 SMA/SMK dengan tingkat kompleksitas materi yang disesuaikan.

Tabel berikut merangkum struktur implementasi per jenjang:

JenjangKelas MulaiMateri UtamaPrasyarat Sekolah
SDKelas 5–6Berpikir komputasional, algoritma dasarMin. 1 laptop per 2 siswa (1 rombel)
SMPKelas 7–9Pemrograman dasar, literasi digitalInternet aktif, perangkat memadai
SMA/SMKKelas 10–12AI, etika digital, project-basedInfrastruktur lebih lengkap

Syarat Infrastruktur: Apakah Sekolah Anda Sudah Layak?

Sebelum mendaftar pelatihan, kepala sekolah perlu verifikasi kesiapan teknis.

Untuk jenjang SD, syarat minimum mencakup: laptop/PC aktif dengan jumlah minimal 1 perangkat untuk 2 siswa (setidaknya untuk 1 rombel), prosesor dual core, RAM minimal 4GB, dan daya listrik minimal 2.200 watt untuk PC atau 1.300 watt untuk laptop. Untuk jenjang SMP, SMA, dan SMK, sekolah wajib berlangganan internet atau memiliki jaringan internet aktif.

Checklist cepat untuk kepala sekolah:

  1. Hitung rasio perangkat — apakah ada minimal 1 laptop per 2 siswa untuk satu rombongan belajar?
  2. Cek kapasitas listrik — gedung lama sering menjadi hambatan di sini
  3. Verifikasi koneksi internet — bukan sekadar “ada WiFi”, tapi stabil untuk 30+ perangkat
  4. Konfirmasi akun belajar.id — wajib untuk pendaftaran pelatihan guru
  5. Pastikan guru informatika tersedia — atau guru lain dengan bukti pelatihan koding

Jika tidak terdapat guru informatika, maka dapat dilakukan oleh guru yang mempunyai sertifikat pelatihan terkait informatika, koding, atau kecerdasan artifisial disertai bukti pernah mengikuti pelatihan tersebut.


Skema Pelatihan Guru: IN-ON-IN Bukan Sekadar Webinar

Koding dan AI Resmi Masuk Kurikulum 2025/2026

Ini bagian yang paling banyak disalahpahami. Pelatihan guru koding dan AI bukan pelatihan satu hari lalu selesai.

Pelatihan dilaksanakan melalui model in-on-in — tatap muka pertama, praktik lapangan, lalu tatap muka kedua — dan mengadopsi pendekatan Flipped Classroom yang didukung oleh Learning Management System (LMS) nasional. Kurikulum Bimtek mencakup materi berpikir komputasional, pemrograman, etika AI, serta pembelajaran berbasis proyek.

Total jam diklat sebanyak 180 JP, dengan rincian: IN 1 selama 5 hari pembelajaran luring, dan IN 2 selama 2 hari pembelajaran daring.

Struktur lengkap tiga fase:

FaseDurasiAktivitas
IN-1 (Tatap Muka 1)5 hariKebijakan, materi inti per jenjang, orientasi LMS
ON (Lapangan)~5 mingguPraktik mengajar nyata, asesmen kelas, video pembelajaran, 3x pendampingan
IN-2 (Tatap Muka 2)2 hariRefleksi, presentasi praktik baik, penyusunan RTL lanjutan

Guru yang berhasil menyelesaikan pelatihan ini dengan nilai minimum 70 dan kehadiran minimal 90% akan mendapatkan sertifikat resmi.

Sertifikat ini bukan sekadar formalitas — ini yang menentukan apakah seorang guru bisa ditugaskan mengampu mapel Koding dan AI.


Cara Mendaftar Pelatihan: 7 Langkah Operasional

Pendaftaran dilakukan oleh kepala sekolah, bukan guru secara mandiri.

  1. Akses portal resmi di kodingka.belajar.id menggunakan akun belajar.id kepala sekolah atau admin sekolah
  2. Verifikasi data Dapodik — pastikan data sekolah dan guru sudah sinkron di sistem
  3. Pilih guru calon peserta — prioritaskan guru informatika aktif
  4. Cek batch yang tersedia — pendaftaran dibuka per gelombang dengan jadwal berbeda per wilayah
  5. Konfirmasi kesiapan infrastruktur — sistem akan memverifikasi syarat teknis sebelum menyetujui pendaftaran
  6. Gunakan BOS Reguler atau BOS Kinerja untuk pembiayaan jika dibutuhkan
  7. Pantau status di LMS melalui akun belajar.id masing-masing peserta

Pemerintah Pusat menyalurkan dana BOS Kinerja kepada satuan pendidikan pada kriteria tertentu untuk melaksanakan pelatihan guru dan tenaga kependidikan. Satuan pendidikan juga dapat menginisiasi secara mandiri pemanfaatan BOS Reguler sesuai kebutuhan masing-masing.


Target Nasional dan Roadmap Implementasi 2025–2030

Angka ini penting untuk platform edtech yang ingin memahami skala pasar dan urgensi program:

Program Training of Trainers (ToT) Kemendikdasmen menargetkan pelatihan setidaknya 59.546 guru dari sekolah sasaran pada tahun 2025, tersebar di seluruh wilayah provinsi di Indonesia.

Roadmap jangka panjang implementasi dirancang dalam beberapa fase: pada 2025–2026, implementasi awal difokuskan pada sekolah percontohan di perkotaan dengan pelatihan guru dan peningkatan fasilitas teknologi. Pada 2027–2028, cakupan diperluas ke lebih banyak sekolah dengan integrasi AI ke mata pelajaran lain seperti geografi dan biologi. Fase ketiga pada 2029–2030 menargetkan evaluasi nasional dan kemungkinan penyusunan kurikulum AI yang lebih luas.

FasePeriodeTarget
Fase 12025–2026Sekolah percontohan perkotaan, 59.546+ guru terlatih
Fase 22027–2028Ekspansi + integrasi AI lintas mapel
Fase 32029–2030Evaluasi nasional + kurikulum AI komprehensif

7 Kompetensi yang Wajib Dikuasai Guru Sebelum Masuk Kelas

Berdasarkan Juknis Pelatihan Kemendikdasmen (Keputusan Dirjen GTKPG No. 5/B/HK.03.01/2025):

Kurikulum Bimtek mencakup materi berpikir komputasional, pemrograman, etika AI, serta pembelajaran berbasis proyek dan flipped classroom menggunakan platform LMS.

Terjemahan ke kompetensi konkret yang harus dikuasai setiap guru:

  1. Berpikir komputasional — memahami algoritma, dekomposisi masalah, dan pengenalan pola
  2. Dasar pemrograman — minimal satu bahasa pemrograman sesuai jenjang (visual untuk SD, teks untuk SMP ke atas)
  3. Literasi AIcara kerja machine learning, pengenalan bias algoritma, dan batas kemampuan AI
  4. Etika digital — privasi data, penggunaan AI yang bertanggung jawab, hak cipta konten digital
  5. Desain pembelajaran berbasis proyek — merancang tugas yang mengintegrasikan koding ke konteks nyata
  6. Manajemen LMS — mengelola kelas digital, memberi asesmen, dan memantau progres siswa
  7. Asesmen autentik — mengevaluasi bukan dari hafalan kode, tapi dari kemampuan problem-solving

Baca Juga 7 Cara Membangun Motivasi Intrinsik Maksimal Agar Belajarmu Tidak Berhenti


Tantangan Nyata yang Dihadapi Sekolah (dan Cara Mengatasinya)

Tidak semua sekolah mulai dari titik yang sama. Kemendikdasmen sendiri mengakui ketimpangan ini.

Ketimpangan kesiapan menjadi tantangan nyata: sekolah di daerah 3T diberi peluang lebih panjang hingga tahun 2026/2027 untuk beralih ke Kurikulum Merdeka, sehingga implementasi seragam masih menjadi tantangan. Ketersediaan guru dan sarana menjadi prioritas, termasuk kebutuhan infrastruktur seperti komputer, perangkat lunak, dan bahan ajar yang relevan.

Tiga hambatan paling umum dan solusi praktisnya:

Hambatan 1: Tidak ada guru informatika Solusi: Kirim guru matematika atau IPA yang punya minat teknologi untuk ikut pelatihan. Mereka memenuhi syarat selama membawa bukti pelatihan koding.

Hambatan 2: Perangkat tidak cukup Solusi: Mulai dengan satu rombel percontohan. Satu lab dengan 15 laptop sudah memenuhi syarat untuk SD (rasio 1:2). Gunakan dana BOS Kinerja untuk pengadaan.

Hambatan 3: Internet tidak stabil Solusi: Materi ON bisa dikerjakan secara offline sebagian. Koordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat untuk akses internet bersubsidi melalui program Kemkomdigi.


FAQ

Apakah koding dan AI wajib diajarkan mulai TA 2025/2026?

Tidak wajib untuk semua sekolah. Ini mata pelajaran pilihan yang diberlakukan sesuai kesiapan sekolah. Sekolah yang sudah memenuhi syarat infrastruktur dan memiliki guru terlatih dipersilakan mulai sekarang. Sekolah yang belum siap tidak dipaksa — tapi harus mulai bergerak.

Siapa yang boleh mengajar mata pelajaran koding dan AI?

Prioritas utama adalah guru informatika. Jika tidak ada, guru mata pelajaran lain bisa mengampu asalkan sudah memiliki sertifikat pelatihan koding atau kecerdasan artifisial yang diakui Kemendikdasmen.

Bagaimana cara mendaftarkan guru untuk pelatihan resmi?

Pendaftaran melalui portal kodingka.belajar.id menggunakan akun belajar.id kepala sekolah. Guru harus terdaftar di Dapodik dan memiliki akun belajar.id yang terintegrasi.

Apakah ada biaya pelatihan yang harus ditanggung sekolah?

Sekolah penerima BOS Kinerja mendapat subsidi langsung. Sekolah lain bisa menggunakan BOS Reguler. Kepala sekolah perlu koordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat untuk detail pembiayaan sesuai kondisi daerah.

Apa perbedaan Kurikulum 2013, Kurikulum Merdeka, dan perubahan di Permendikdasmen 13/2025?

Permendikdasmen 13/2025 bukan kurikulum baru. Ini revisi yang menambahkan mapel pilihan Koding dan AI di atas kurikulum yang sudah ada. K-13 dan Kurikulum Merdeka tetap berlaku.

Kapan sekolah di daerah 3T harus mulai?

Sekolah di wilayah 3T diberi fleksibilitas hingga 2026/2027 untuk transisi ke Kurikulum Merdeka. Namun, pendaftaran pelatihan guru bisa dimulai kapan pun sekolah merasa siap.


Langkah Selanjutnya: Mulai dari Mana?

Tiga aksi konkret yang bisa dilakukan kepala sekolah atau koordinator kurikulum minggu ini:

  1. Akses kodingka.kemendikdasmen.go.id — baca FAQ resmi dan cek jadwal batch pelatihan terbaru
  2. Identifikasi satu guru kandidat — guru informatika atau guru sains dengan minat teknologi
  3. Audit infrastruktur menggunakan checklist di bagian sebelumnya — ini langkah pertama sebelum mendaftar

Kebijakan ini tidak akan berhenti. Roadmap sudah ditetapkan hingga 2030. Sekolah yang mulai lebih awal punya keuntungan nyata: guru lebih berpengalaman, siswa lebih siap, dan sekolah menjadi referensi bagi sekolah lain di wilayah yang sama.